Toh Ee Wei Butuh Keajaiban

Toh Ee Wei (Djarum Badminton)
Toh Ee Wei (Djarum Badminton)
Internasional ‐ Created by EL

Kuala Lumpur | Harapan atlet ganda campuran Malaysia, Toh Ee Wei, untuk mempertahankan gelar juara dunia bersama Chen Tang Jie tengah berada di ujung tanduk. Cedera anterior cruciate ligament atau ACL pada lutut kiri yang dialaminya saat tampil di Singapore Badminton Open 2026, membuat kansnya tampil pada BWF World Championships 2026 di New Delhi, India, 17-23 Agustus, menjadi sangat kecil. Padahal, setahun lalu Chen/Toh menorehkan sejarah dengan menjadi ganda campuran Malaysia pertama yang meraih gelar juara dunia.

Toh mengungkapkan, kepastian mengenai peluangnya tampil di New Delhi masih menunggu hasil evaluasi medis dan rekomendasi dari tim dokter. Meski menyadari situasinya tidak ideal, ia belum sepenuhnya menutup kemungkinan untuk kembali tepat waktu. “Saya belum bisa memastikan apa pun karena masih harus mendengar rekomendasi dokter. Mungkin akan ada keajaiban, tetapi semuanya bergantung pada kehendak Tuhan,” ujarnya, seperti dikutip New Straits Times pada akhir pekan lalu.

"Tentu saja saya ingin bermain dan mempertahankan gelar juara dunia. Namun, cedera ini terjadi terlalu dekat dengan waktu penyelenggaraan turnamen, sehingga saat ini tidak banyak yang bisa saya lakukan selain fokus pada proses pemulihan," Toh, menambahkan.

Keputusan apakah ia perlu menjalani operasi, menurutnya, akan dibuat setelah pemindaian MRI dalam beberapa hari. Toh juga mengungkapkan akan kembali berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya terhadap cedera yang dialaminya. Ia menegaskan tetap berupaya menjaga kondisi fisik selama masa pemulihan, karena meyakini setiap usaha yang dilakukan saat ini akan membantunya mempercepat proses kembali ke lapangan, termasuk jika pada akhirnya harus menjalani operasi. "Ini bukan saatnya untuk bersantai, tetapi saatnya untuk bekerja lebih keras," tegasnya.

Atlet ganda berumur 25 tahun ini memilih memandang cedera yang dialaminya sebagai bagian dari proses yang harus dijalani. Ia bertekad tetap disiplin menjalani program pemulihan sesuai arahan pelatih dan fisioterapis agar dapat kembali ke lapangan dengan kondisi yang lebih kuat. "Saya sudah bisa berjalan normal sekarang, tetapi bermain di lapangan adalah hal yang berbeda. Itulah bagian yang sulit," ungkapnya.

Meski sebagian pemain memanfaatkan jeda kompetisi untuk berlibur, Toh justru harus fokus menjalani rehabilitasi dan latihan. Ia berpendapat, menjaga kondisi fisik selama masa pemulihan sangat penting untuk mencegah penurunan kekuatan otot sekaligus mempercepat proses kembali ke performa terbaiknya. "Tentu saja saya sedih, karena atlet mana pun pasti akan merasakan hal yang sama dalam situasi seperti ini. Namun, cedera adalah bagian dari olahraga. Yang bisa saya lakukan sekarang adalah fokus pada pemulihan dan berusaha sebaik mungkin untuk kembali ke lapangan," ujar Toh.

Sementara itu, Ee Wei telah memberikan lampu hijau kepada Tang untuk tetap berkompetisi bersama pemain muda Malaysia, Clarissa San, pada Japan Open 2026, 14-19 Juli dan China Open 2026 (21-26 Juli). Ia bahkan mendorong pasangannya tersebut untuk terus bertanding selama dirinya menjalani masa pemulihan, ketimbang menunggu kepulangannya ke lapangan.

Toh paham betul, cedera ACL membutuhkan proses rehabilitasi yang panjang sehingga tidak ingin menghambat karier Tang. "Saya mengatakan kepadanya untuk tidak menunggu saya karena pemulihan cedera ACL memerlukan waktu. Dia harus terus bermain dengan pasangan lain. Siapa tahu, mungkin dia bisa meraih hasil yang lebih baik daripada yang pernah dicapai bersama saya," paparnya.

Meski belum dapat memastikan kapan kembali bertanding, Toh mengaku mendapat dukungan penuh dari Presiden Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia, Tengku Datuk Seri Zafrul Abdul Aziz, dan Ketua Komite Kinerja, Lee Chong Wei. Ia mengungkapkan, Institut Olahraga Nasional dan program "Road to Gold" tengah mengupayakan opsi penanganan terbaik, termasuk kemungkinan menjalani perawatan di luar negeri, guna mempercepat proses pemulihannya.