Gelar di turnamen BWF World Tour Super 300 tersebut melanjutkan kesuksesan Watanabe/Taguchi yang satu pekan lalu menjuarai Taipei Open 2026. Saat itu, mereka mengalahkan pasangan tuan rumah, Yang Po-Hsuan/Hu Ling Fang, dalam 32 menit dengan skor 21-19, 21-8.
"Motivasi kami cukup bagus setelah Taipei Open. Kami menjalaninya pertandingan demi pertandingan. Saya bersiap menghadapi laga yang berat karena lawan hari ini bermain cukup cepat dan sabar," kata Watanabe, sebagaimana dilaporkan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) melalui lamannya.
"Sekarang kami harus bersiap untuk Kejuaraan Dunia, tetapi kami agak kelelahan. Jadi, kami perlu beristirahat terlebih dahulu sebelum kembali dengan kondisi yang lebih kuat," tambah Watanabe, yang bersama Taguchi kini menempati peringkat ke-16 dunia.
Selain Watanabe/Taguchi, dua gelar juara perdana juga diraih tunggal putra China, Zhu Xuan Chen, dan tunggal putri India, Ashmita Chaliha. Keduanya berhasil menjuarai turnamen Tur Dunia BWF untuk kali pertama setelah tampil sebagai kampiun Korea Masters 2026 di Asan.
Zhu keluar sebagai juara setelah mengatasi perlawanan wakil tuan rumah, Yoo Tae Bin, melauli kemenangan dua gim 21-16, 23-21. Tunggal putra China itu bahkan mampu menggagalkan tiga game point lawan. Sementara itu, Chaliha bangkit setelah kehilangan gim pembuka untuk mengalahkan wakil China, Han Qian Xi, melalui tiga gim 14-21, 21-14, 21-14.
"Saya sangat senang," tanggap Zhu.
Tunggal putra berperingkat ke-68 dunia itu mengakui, penampilannya pada dua turnamen sebelumnya belum sesuai harapan dan performanya sepanjang musim ini masih naik-turun. Karena itu, ia merasa sangat puas dapat bangkit dan menjuarai Korea Masters 2026. "Saya datang ke sini dengan target meraih gelar juara. Namun, begitu pertandingan dimulai, fokus saya hanya pada upaya memenangkan setiap poin. Hal yang sama berlaku hari ini, saya tidak terlalu memikirkan hasil akhirnya. Pada akhirnya, kerja keras selama latihan terbayar lunas, dan saya sangat puas bisa meraih gelar ini," jelasnya.
Sementara itu, Chaliha, pemain peringkat ke-50 dunia, juga merasakan kegembiraan yang luar biasa. "Perasaan saya luar biasa, rasanya seperti mimpi. Saya masih berusaha mencerna semua ini. Saya merasa sangat bersyukur. Saya pun semakin berambisi untuk meraih lebih banyak lagi. Semua pujian patut ditujukan kepada pelatih Park (Tae Sang), karena tanpanya, saya tidak akan memiliki energi sebesar tadi," jelasnya.
Adapun di sektor ganda putra, final sesama pasangan Malaysia mempertemukan Tee Kai Wun/Yap Roy King dengan Man Wei Chong/Soh Wooi Yik. Tee/Yap keluar sebagai juara setelah meraih kemenangan dua gim 21-13, 21-18. Yap mengaku tidak menyangka mereka mampu melaju hingga partai puncak, terlebih menghadapi pasangan yang lebih berpengalaman. "Kami tidak menyangka bisa lolos ke final," ujarnya.
"Saya bilang kepada partner saya untuk menikmati pertandingan dan berusaha menemukan ritme permainan. Kami berdua senang bisa mencapai final. Dia lebih berpengalaman dan membimbing saya dengan baik. Dia juga tetap tenang. Setiap kali saya kehilangan arah, dia membantu saya kembali menemukan permainan," Yap, menjelaskan.
Sedangkan gelar juara di nomor ganda putri menjadi milik pasangan China, Luo Yi/Wang Ting Ge. Pasangan peringkat ke-30 dunia tersebut meraih gelar juara turnamen level BWF World Tour Super 300 pertama mereka, setelah mengalahkan wakil Thailand, Benyapa Aimsaard/Nuntakarn Aimsaard, melalui pertarungan tiga gim 17-21, 21-19, 21-14.


